PILGRIMAGE  in  HOLY-LANDS

 

NAZARETH

 

Nazareth terletak di dataran tinggi yang kini merupakan kota terbesar di Galilea Selatan. Nazareth sekarang berbeda sekali dengan Nazareth semasa kehidupan Yesus. Nazareth lama terletak di pusat kota masa kini, di tempat berdirinya Basilika Kabar Baik, Biara OFM, serta Gereja St. Joseph.

Di sekitar Nazareth terdapat bukit-bukit yang bentuknya mirip sekuntum bunga (nezer, dalam bahasa Ibrani yang barangkali berkaitan dengan nama kota).

 

Kota Nazareth 2006, tempat Yesus dibesarkan 2000 tahun lalu

 

Sekarang Nazareth didiami oleh orang-orang Arab yang beragama Kristen ataupun Islam. Umat Kristen Nazareth meliputi orang-orang Orthodoks, Katolik Roma, Katolik Yunani, Maronit, Anglikan, Kopt, Armenia, Baptis, dan beberapa denominasi Kristen lainnya. Di tempat paling tinggi di Nazareth masa kini telah dibangun Nazareth Illit (Nazareth Atas) yang dihuni oleh orang-orang Yahudi saja.

 

Pemandangan kota Nazareth yang memang indah sekali

 

Di tengah kota Nazareth yang serba modern

 

Perjalanan memasuki kota Nazareth dari Jinin

 

Kota Nazareth di malam hari, tampak bangunan Gereja Kabar Baik (Church of Annunciation) di tengah

 

2000 tahun lalu Yesus tinggal dan dibesarkan oleh Yosef dan Maria di kota Nazareth. Dengan demikian terjadilah apa yang dikatakan oleh nabi-nabi (dalam Perjanjian Lama) mengenai anak itu: Ia akan disebut Orang Nazareth (Matius 2:26). Pada masa itu Nazareth merupakan sebuah kota kecil dan bernama buruk, sehingga Natanael yang berasal dari Kana (kota tetangganya), pernah berkata: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazareth?" (Yohanes 1:46).

Yesus sendiri tidak dipahami oleh penduduk-penduduk kotanya, sehingga Ia mengatakan: "Ingatlah, tidak ada nabi yang dihormati di kampung halamannya sendiri" (Lukas 4:24).

 

City of Nazareth in 1925

 

City of Nazareth in 1900

 

Para warga Nazareth menjadi orang-orang pertama yang berusaha membunuh Yesus, karena Yesus berani mengkritik dan berbicara dengan wibawa. Mereka berdiri lalu mengusir Yesus ke luar kota dan membawanya ke tebing gunung dimana kota mereka dibangun. Mereka bermaksud mendorong Dia ke dalam jurang. Tetapi Yesus menerobos orang banyak itu lalu pergi (Lukas 4:29-30). Sesudah peristiwa itu, Yesus meninggalkan Nazareth dan pergi ke Kapernaum yang menjadi tempat kegiatan utamaNya di Galilea. Tetapi, Nazareth dikenal di seluruh dunia sebagai tempat yang dipilih Allah untuk memberitahukan kelahiran Putra-Nya (Lukas 1:26-35), dan tempat Sabda Allah menjadi manusia (Yohanes 1:14).

 

Alley way in the old city of Nazareth in 1890

 

Nazareth in 1862 looking to the southeast

 

Nazareth dihancurkan oleh Vespasianus pada tahun 66 Masehi dan sesudah pemberontakan Bar-Kokhba gagal tahun 135 Masehi, kota itu didiami oleh banyak orang Yahudi yang melarikan diri dari Yudea ke Galilea. Jadi, pada abad-abad pertama Masehi, Nazareth dihuni oleh orang-orang Yahudi saja. Di dekat rumah Maria ditemukan bekas-bekas sinagoga umat Kristen Yahudi dari abad 11. Inilah gereja pertama di Nazareth. Bersamaan dengan menguatnya kekristenan di Kekaisaran Romawi, bertambahlah pula jumlah orang Kristen yang tinggal di Nazareth. Sejak abad 4 di tempat-tempat yang berhubungan dengan kehidupan Yesus dan Maria mulailah dibangun gereja. Gereja kedua dibangun di zaman Bizantium (abad 5), di tempat sinagoga gereja pertama. Gereja itu dihancurkan oleh tentara Persia pada tahun 614. Pada tahun 629 orang-orang Yahudi diusir dari Nazareth oleh Kaisar Heradius karena pada tahun 614 mereka bergabung dengan orang-orang Persia yang melawan umat Kristen. Pada awal abad 12, semasa Perang Salib, di atas sisa rumah Maria didirikan sebuah basilika besar, gereja ketiga, yang gayanya mirip gereja-gereja katedral Eropa zaman itu. Basilika itu lebih besar daripada yang berdiri sekarang. Tetapi basilika itu dirubuhkan pada tahun 1263, dan sesudahnya Nazareth berada di tangan umat Islam selama 400 tahun. Sejak tahun 1620 keluarga-keluarga Kristen mulai bertempat tinggal di Nazareth lagi.

 

The Church of the Annunciation in 1860

 

Gereja keempat yang berukuran kecil didirikan pada tahun 1730 oleh para biarawan OFM, lalu diperluas pada tahun 1877. Gereja ini kini diganti dengan sebuah basilika megah yang pembangunannya diselesaikan pada tahun 1969. Inilah gereja kelima di tempat Maria menerima kabar dari malaikat. Bangunan itu dirancang oleh arsitek Profesor Giovanni Muzio dari Italia. Ciri khas basilika ini adalah di bawah bangunan megahnya tetap terpelihara sisa gereja kuno. Tanggal 5 Januari 1964 basilika ini dikunjungi Paus Paulus VI.

 

Modern The Church of the Annunciation in 2006

 

The Church of the Annunciation in the night

 

Di bagian bawah Gereja Kabar Baik terdapat sebuah goa yang secara tradisional ditunjuk sebagai tempat Maria menerima kabar baik dari Malaikat Gabriel. Pada altar dari marmer dalam goa ini terdapat tulisan Latin 'Verbum caro hic factum est' (yang berarti 'Di sini sabda telah menjadi daging'). Di sebelah kanan altar ini ada sebuah tiang, dimana dahulu menurut tradisi, berdiri Malaikat Gabriel pada saat berjumpa dengan Maria. Di goa itu dapat dilihat grafitti, yaitu ukiran-ukiran pada cadas berupa salib, seruan Yunani XE MAPIA (baca: khaire Maria = Salam Maria).

 

Inside the Church of Annunciation

 

Karnaval Natal remaja Palestina kota Nazareth menuju gereja Annunciation

 

Dekat gereja Annunciation ada gereja St. Joseph yang dipercaya sebagai rumah sekaligus workshop kayu milik suami Maria

 

 

CANA (KAFR KANNA)

Kanna sekarang ini berpenduduk 7500 orang dan dikenal dengan nama Kefar Kanna. 70% penduduk beragama Kristen (Katolik Roma, Melkit, dan Orthodox-Yunani), sedangkan sisanya beragama Islam. Para biarawan OFM mulai tinggal di Kanna pada tahun 1641, tetapi tempat yang mereka miliki sekarang baru dibeli pada tahun 1906.

 

View Kafr Kanna (Cana) city, on the way from Nazareth toward Tiberias

 

Kanna dikenal sebagai tempat mukjizat pertama Yesus dengan kisah pesta pernikahan dimana Yesus mengubah air menjadi anggur (Yohanes 2:1-11). Ada 3 tempat di Galilea yang sama-sama mau diakui sebagai tempat terjadinya mukjizat pertama Yesus itu (salah satunya ada di Lebanon Selatan). Di Kanna sendiri ada 2 gereja, Katolik dan Orthodox. Banyak pasangan dari seluruh dunia datang ke sini untuk saling menerimakan Sakramen Pernikahan. Gereja Katolik milik biarawan OFM didirikan di atas reruntuhan sebuah gereja kuno abad 4. Ditemukan sebuah mosaik yang berasal dari abad itu. Waktu gereja dibangun, bahan yang masih tersisa dari zaman dulu dimanfaatkan semaksimal mungkin. Gereja itu dibuka secara resmi pada tahun 1906. Di dalam gereja ini, di ruangan bawah dapat dilihat tempayan yang bentuknya mirip dengan tempayan semasa kehidupan Yesus yang diisi dengan air untuk pembasuhan. Dinding gereja dihiasi dengan lukisan-lukisan: Yesus menghadiri pernikahan di Kanna, Pernikahan di Taman Firdaus, Pernikahan Tobit dan Sara. Gereja Orthodox-Yunani tidak jauh letaknya dari Gereja Katolik, konon didirikan di atas tempat pernikahan dulu itu berlangsung.

 

Cana, kota dimana Yesus melakukan mukjizat pertama dalam pesta perkawinan

 

Tidak jauh dari gereja utama, di toko-toko souvenir dapat dibeli anggur Cana putih maupun merah yang enak rasanya. Anggur ini diproduksi oleh para biarawan Trapis di Latrum, dekat Yerusalem.

 

St. George Church, Greek Catholic Church on the main street in Kafr Kanna

 

Di Kanna dapat dikunjungi pula gereja Katolik lain yang didirikan biarawan OFM untuk menghormati St. Bartolomeus yang disamakan dengan Natanael. Murid Yesus ini disebut dalam Yohanes 1:47-49.

 

 

MOUNT TABOR

 

Mount Tabor, dimana Yesus terlihat bersama Elia dan Musa dalam cahaya putih

 

Di tengah-tengah dataran rendah tanpa ditemani gunung yang lain, Gunung Tabor tampak megah dengan tinggi 588 meter. Sambil memandang Gunung Tabor dan Gunung Hermon, pemazmur pernah berdoa, "Engkaulah yang menjadikan utara dan selatan, Gunung Tabor dan Hermon bersorak sorai bagiMu" (Mazmur 89:13). Untuk sampai ke puncaknya, kita harus menempuh jalan yang berputar-putar dan agak menakutkan juga, sebab melewati tebing-tebing yang curam. Puncaknya berbentuk datar sepanjang 1200 meter dan lebar 400 meter. Hampir seluruh puncak itu dikelilingi dengan benteng yang didirikan pada abad 13. Untuk sampai ke basilika yang terletak di puncaknya, harus melewati Gapura Angin (Bab al-Hawa) dari zaman Perang Salib. Ternyata gunung ini dipandang suci sejak Palestina masih sepenuhnya dibawah kekuasaan orang-orang Kanaan. Di sinilah mereka menyembah dewa Baal (Dewa Tanah). Dalam Perjanjian Baru, nama gunung ini tidak disebut sama sekali. Namun sejak abad 3, menurut tradisi Kristen, di gunung inilah Yesus berubah rupa sesudah Petrus mengakuinya sebagai Mesias (Markus 9:2-13). Kisahnya dapat dibaca dalam Injil Matius, Markus, Lukas. Menurut tradisi Kristen gunung ini pula dipandang sebagai tempat perutusan para pengikutnya ke segala penjuru bangsa (Matius 28:16-20).

 

The Church of the Transfiguration on Mount Tabor

 

Interior of the Church of the Transfiguration

 

Di puncak Gunung Tabor ini terletak Basilika Perubahan Rupa Yesus (Transfigurasi) serta Biara Fransiskan (OFM). Tetapi abad 3 Masehi di gunung ini sudah ada 3 kapel yang dipersembahkan kepada Kristus, Musa, dan Elia. Di zaman Perang Salib, ketiga kapel ini dipersatukan menjadi sebuah basilika yang indah. Tembok-tembok maupun bangunan kukuh yang berdiri sampai sekarang berasal dari abad 12-13, tetapi basilika yang sekarang ini adalah hasil renovasi pada tahun 1919-1924 yang diadakan menurut rancangan arsitek Italia, Barluzzi. Basilika ini dibangun menurut gaya Siro Romana. Dua menara di sebelah menyebelah tempat sentral basilika didirikan di atas Kapel Musa dan Elia. Sebab menurut cerita Injil, setelah menyaksikan Yesus ditemani oleh Musa dan Elia, Petrus mengajukan usul agar di tempat ini didirikan 3 kemah. Ruangan sentral basilika ditutup dengan sebuah kubah yang dihiasi mosaik emas. Mosaik itu menggambarkan peristiwa perubahan rupa, kedua nabi di samping Yesus serta ketiga rasul yang menyaksikannya, yaitu Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Mosaik adalah karya A. Villani. Di bagian bawah basilika terdapat sebuah kapel indah. Di belakang altar utamanya terdapat kaca artistik yang menggambarkan burung merak (lambang keabadian). Pada tembok kapel ini dari kiri ke kanan, digambarkan 4 perubahan lain Yesus yaitu: kelahiran, ekaristi, kematian, dan kebangkitannya. Di bawah kapel inilah ditemukan tanda-tanda penyembahan Dewa Baal di zaman kuno. Di sebelah utara basilika ada Kapel Bunda Maria Tak Bernoda, sedangkan di sebelah selatannya adalah Kapel St. Fransiskus Asisi.

 

Main entrance going down hill

 

Main entrance going down hill in 1925

 

The Church of the Transfiguration as it is being built

 

Di sebelah utara basilika dapat disaksikan reruntuhan Biara OSB (St. Benedictus). Di sebelah tenggara basilika terdapat sisa mosaik dari zaman Bizantium serta menara indah yang dulu dipakai oleh tentara Islam. Puncak Gunung Tabor terbagi 2 dan dipisahkan dengan tembok. Bagian selatan adalah milik para Biarawan OFM, sedangkan bagian utaranya milik Gereja Orthodox-Yunani. Di tempat milik Orthodox itu berdiri Gereja St. Elia yang telah dibangun di atas reruntuhan sebuah gereja dari zaman Perang Salib. Pada tahun 1183 pasukan Saladin karna tidak berhasil memasuki biara Katolik, kemudian memasuki biara Orthodox serta merampasnya habis-habisan sambil membunuh banyak biarawan. Di sebelah barat gerejanya, para biarawan Orthodox menunjukkan sebuah goa yang dulu konon didiami oleh Imam Melkisedek. Di kaki gunung ini terletak desa yang dalam kitab Yosua 19:12, Yesus yang pergi ke puncak bersama 3 rasul pilihannya. Sambil menunggu Yesus, para rasul itu diminta menyembuhkan seorang anak, tetapi mereka tidak berhasil (Markus 9:14-29). Di pusat desa ini ditemukan reruntuhan gereja (22 meter panjang dan 10 meter lebar) yang dulu berdiri di sini untuk memperingati peristiwa tersebut. 3 kilometer dari Gunung Tabor ke arah selatan terletak desa Nain. Di situ Yesus membangkitkan putra seorang janda (Lukas 7:11-17). Untuk mengenang peristiwa itu didirikan sebuah gereja kecil.

 

 

GOD IS THE LORD WHO DOES MIRACLES

   

Powered  by:  DENVINCENT.Com.Inc.