PILGRIMAGE  in  HOLY-LANDS

 

JERUSALEM

 

 

Panoramic Jerusalem in 1900, tampak sebelah kiri adalah Mount Zion dengan puncaknya Dormition Abbey church, dan terlihat Dome of the Rock belum dilapisi emas

 

Panoramic Jerusalem in 2006, the holy city for Abrahamic religion

 

Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku; biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku! (Mazmur 137:5-6).

Memang dapat dipahami bahwa Yerusalem terukir dalam hati setiap orang Yahudi secara istimewa. Sebab di Bukit Muria, di kota inilah Abraham mengurbankan Ishak, anaknya. Sebab kota inilah ditetapkan oleh Raja Daud sebagai ibukota negaranya. Sebab di kota inilah Raja Salomo membangun Bait Suci (Second Temple), kediaman Allah. Kota Yerusalem amat bernilai pula bagi umat Kristen. Sebab di sinilah Yesus pernah mengajar, disengsarakan, wafat disalib, dan bangkit untuk menggenapkan karya penebusan dunia. Bagi umat Islam, Yerusalem adalah tempat naiknya (mi'raj) Nabi Muhammad ke Surga. Inilah kota tersuci ketiga bagi umat Islam sesudah Mecca dan Medina.

Yerusalem menjadi tempat inspirasi bagi banyak nabi, seniman, penyair, dan ilmuwan. Kini Yerusalem menjadi pusat budaya, tempat banyak museum, galeri seni, teater, dan universitas. Yerusalem masa kini adalah kota yang amat modern. Namanya yang indah searti dengan Kota Damai.

 

From wadi Al Joz, looking to the southwest

 

Yad Vashem, The hall of names containing pages of testimony commemorating the 6 million Jews who perished in the holocaust

 

Penduduk pertama kota Yerusalem (dulu namanya Ursalem) yaitu kaum Yebus, tinggal di bukit di sebelah selatan Bait Suci (Second Temple/Dome of the Rock), tempat ini bernama Ofel. Pada tahun 1000 SM, kota mereka ditaklukkan oleh raja Daud. Di bukit Muria yang dibelinya dari kaum Yebus, Daud mendirikan sebuah mezbah bagi Allah, lalu memindahkan Tabut Perjanjian ke sana. Salomo (anak Daud) juga memilih bukit Muria sebagai tempat Bait Suci I (First Temple) yang didirikannya pada tahun 950 SM. Sesudah Salomo meninggal, kerajaan kesatuan yang berhasil didirikan Daud pecah menjadi Kerajaan Israel (sebelah utara) dan Kerajaan Yehuda (sebelah selatan). Pada tahun 722 SM, Kerajaan Israel diserang dan ditaklukkan oleh Asyur dan dijadikan salah satu propinsinya. Kerajaan Yehuda bertahan sampai tahun 587 SM ketika Nebukadnezar raja Babel merebut Yerusalem dan menghancurkan Bait Suci serta membawa ribuan orang Yahudi ke pembuangan di Babel dan menjadikannya sebagai budak selama 50 tahun. Koresy (raja Persia) yang mengalahkan Babel pada tahun 538 SM mengizinkan orang-orang Yahudi kembali ke negerinya untuk membangun kembali Bait Suci serta tembok-tembok Yerusalem. Para buangan itu dipimpin oleh Zerubabel, Nehemia, dan Ezra. Mereka berhasil membangun kembali Bait Suci pada tahun 515 SM, sedangkan tembok kota Yerusalem pada tahun 446 SM.

Setelah itu bangsa Yahudi dijajah oleh bangsa Yunani atas kemenangan cemerlang Alexandre the Great (Aleksander Agung) pada tahun 333 SM. Penguasa Yunani memaksakan budayanya dan berusaha supaya agama Yahudi hilang dari permukaan bumi. Pemberontakan terjadi setelah raja Antiokhus Epifanes IV menyatakan dirinya dewa dan menyuruh orang-orang Yahudi menyembahnya. Pemberontakan yang dikenal sebagai Revolusi Para Makabe itu menghasilkan semacam independensi bangsa Yahudi. Para penguasa Yunani diusir dari Yerusalem pada tahun 164 SM, sedangkan kuasa mereka beralih ke tangan tokoh-tokoh Yahudi dari dinasti Hasmonides. Tetapi kemerdekaan bangsa Yahudi berakhir setelah Jendral Pompeius mengepung dan menaklukkan Yerusalem pada tahun 63 SM.

 

Yad Vashem, mengenang kurban pembantaian jutaan orang Yahudi (holocaust) di Eropa dan Rusia sebelum Perang Dunia

 

Kotel (Tembok Ratapan)

 

Persaudaraan para Rabbi di Tembok Ratapan

 

Reconstruction of the Menora of the Temple (preparing for the Third Temple)

 

Rabbi Den Vincent di Stena Placha

 

Maket the Third Temple

 

Raja Herodes Agung I yang pandai menjilat penguasa baru dari Roma itu diangkat menjadi raja Yahudi pada tahun 37 SM. Pada akhir pemerintahannya lahirlah Yesus. Walaupun dibenci oleh rakyatnya, Herodes sangat berjasa sebagai bapak pembangunan. Salah satu karyanya yang megah adalah perbaikan dan perluasan Bait Suci (Second Temple). Pada tahun 70 Masehi, akibat berbagai pemberontakan Yahudi, tentara Roma menghancurkan Yerusalem termasuk Bait Suci. Pemberontakan selanjutnya dipimpin pada tahun 132-135 oleh Bar Kokhba yang gagah berani. Namun akibat pemberontakan itu, kaisar Hadrianus membumiratakan Yerusalem dan melarang orang-orang Yahudi tinggal di kota itu untuk selama-lamanya. Di atas reruntuhan kota Yerusalem didirikan kota baru yang sepenuhnya kafir dan diberi nama Aelia Capitolina. Sejak itu tanah suci diberi nama Palestina. Pada awal abad IV kaisar Konstantinus menjadi Kristen. Sejak itu tanah suci khususnya Yerusalem mulai diperhatikan secara khusus. Mulanya Helena, ibunda sang kaisar, mengunjungi tanah suci pada tahun 326 dan mendukung pembangunan basilika Makam Suci (Holy Sepulchre) dan basilika Bukit Zaitun. Pada tahun 614 Palestina yang yang sejak abad IV berada dibawah kuasa Bizantium, diserang oleh tentara Persia dibawah pimpinan Khosroes II. Tentara itu menghancurkan hampir semua tempat suci Kristen dan membunuh banyak orang Kristen. Keadaan Yerusalem pulih kembali setelah Bizantium pada tahun 629 merebut kembali tanah suci dari tangan Persia.

 

Mount Zion in 1910, nama bukit ini menjadi inspirasi timbulnya gerakan Zionisme di seluruh dunia

 

Mount Zion or Mount Prophet David in 2006

 

On the top of Mount Zion

 

Dormition Abbey church at the top of Mount Zion

 

Namun, begitu mulai dibangun kembali, tanah suci diserang lagi dan kali ini oleh Kalif omar yang berhasil memasuki Yerusalem pada tahun 637. Penduduk kota Yerusalem menyerah sesuai dengan syarat-syarat yang disepakati sebelumnya. Omar adalah penguasa yang toleran dan para penggantinya berusaha mempertahankan sikap itu sehingga tanah suci mulai lagi diziarahi umat Kristen dari berbagai penjuru dunia. Tempat-tempat suci yang hancur atau rusak, dibangun kembali.

Tetapi tanah suci semakin banyak dihuni orang-orang Arab beragama Islam yang lama kelamaan semakin memusuhi umat Kristen. Pada waktu pemerintahan Abdul Al-Malik (685-705) di Yerusalem didirikan masjid Qubbet As-Sakhra (Kubah Cadas) dan masjid Al-Aksa. Pada waktu pemerintahan Al-Hakim (996-1021), umat Kristen di Yerusalem mulai dianiaya. Basilika Holy Sepulchre dihancurkan. Umat Kristen dianiaya amat mengerikan yang berakhir pada tahun 1021 bersamaan dengan meninggalnya Al-Hakim. Pada tahun 1070 Yerusalem dikuasai oleh dinasti Seljuk dari Turki. Pemberontakan penduduk Yerusalem terhadap penguasa Turki berakhir dengan pembantaian.

 

Taken from Redeemer church, looking to the east, seen Kidron Valley with the tomb of Jews

 

Gethsemane (Kebun Zaitun) terletak di kaki Bukit Zaitun. Keaslian bentuk dan suasananya cukup dipertahankan sampai sekarang. Menurut Injil Lukas, pada waktu kunjungannya yang terakhir ke Yerusalem, Yesus mengajar di Rumah Tuhan pada siang hari, dan malam harinya ia pergi ke Bukit Zaitun dan tinggal di situ (Lukas 21:37). Jadi, dengan menyeberangi Lembah Kidron, Yesus mendaki lereng Bukit Zaitun untuk mencari tempat penginapan di rumah keluarga sahabatnya di Betania (bdk. Matius 21:17) ataupun pergi langsung ke Gethsemane yang kiranya menjadi milik salah seorang muridnya. Lukas mencatat dalam Injilnya, bahwa sehabis Perjamuan Terakhir, Yesus pergi ke Gethsemane seperti biasanya (Lukas 22:39), sedangkan Yohanes menulis bahwa Yudas tahu tempat tersebut, sebab Yesus sudah sering berkumpul di situ dengan pengikut-pengikutnya (Yohanes 18:2).

Dulu seluruh Gethsemane dikelilingi tembok yang disusun dari batu-batu. Taman itu penuh dengan pohon-pohon zaitun. Ada pula sebuah goa yang dipakai untuk bermalam serta peralatan untuk memproduksi minyak. Pada malam menjelang wafatnya, Yesus memasuki Gethsemane dan menyuruh para rasulnya menunggu di goa, katanya, "Duduklah di sini, sementara aku pergi berdoa" (Matius 26:36).

Pada malam itu, Yesus mengalami sejenis sakratul maut yang dahsyat. Ia berdoa, "Bapa, kalau boleh jauhkanlah dari padaku penderitaan yang harus kualami ini. Tetapi jangan menurut kemauanku ini, melainkan menurut kemauan Bapa saja". Peristiwa ini digambarkan di atas altar utama gereja Gethsemane. Karena sangat sangat tertekan, Yesus didatangi seorang malaikat yang menguatkannya. Ia sangat menderita secara batin sehingga ia makin sungguh-sungguh berdoa. Keringatnya seperti darah menetes ke tanah (Lukas 22:42-44). Menurut laporan Eteria yang berziarah ke Tanah Suci pada abad IV, di kaki Bukit Sion sejak dahulu ada sebuah gereja di tempat Yesus berdoa. Gereja kedua berdiri di tempat adanya goa. Tidak jauh dari goa itu Yesus didatangi Yudas yang menciumnya. Sesudah itu Yesus ditangkap dan dibawa kepada Mahkamah Agama Yahudi.

Goa kapel itu terletak di sebelah arah basilika Maria Diangkat ke Surga dan bentuknya tidak teratur. Panjang sekitar 17 meter, lebar 9 meter, dan tingginya 5,30 meter. Pada tahun 1955 dalamnya goa itu kena banjir lumpur, sehingga interiornya hancur. Kapel itu direnovasi pada tahun 1956 oleh para biarawan OFM. Sejak semula goa ini dipakai sebagai gereja. Para arkeolog telah menemukan sisa mosaik lantainya. Ternyata di zaman dulu seluruh goa berlantai mosaik itu. Para pejuang Perang Salib mengisi kapel ini dengan lukisan-lukisan.

 

Mount of Olive with the Garden of Gethsemane in 1862

 

Di Taman Gethsemane masa kini masih ada 8 pohon zaitun yang sudah sangat tua usianya. Para peziarah abad XIII dan XIV menyebut taman ini Ladang Bunga atau Taman Bunga. Setelah taman ini dikuasai oleh orang-orang Islam, tanahnya dibagi-bagi menjadi banyak kavling kecil. Para peziarah Kristen zaman dulu membeli di sini buah-buahan atau daun-daun zaitun atau pun bunga-bunga yang tumbuh di taman ini. Baru sejak tahun 1666 taman itu menjadi milik ordo OFM, lalu keseluruhannya dikelilingi tembok.

 

Garden of Gethsemane in 1900

 

Mount of Olive from Kidron Valley, tampak church of All Nation (Gethsemane church)

 

Di tempat yang disucikan oleh Yesus dengan doa dan sakratul mautnya, di masa pemerintahan Kaisar Teodosius (379-395) didirikan sebuah basilika indah. Namun basilika itu paling dulu dihancurkan oleh tentara Persia. Pada waktu Perang Salib, di tempat itu dibangun sebuah gereja kecil demi penghormatan JuruSelamat Yang MahaKudus, tetapi gereja itu pun dirubuhkan oleh para musuh kekristenan. Akhirnya ibadah diadakan di goa yang sejak abad IV ditunjuk sebagai tempat Yudas mencium Yesus. Gereja yang dapat diziarahi sekarang, selesai didirikan menurut rancangan A. Barluzzi pada tahun 1924. Lantainya ditiru berdasarkan sisa mosaik yang ditemukan dari zaman kaisar Teodosius.

Di tembok luar gereja sekarang dapat disaksikan sebuah mosaik karya G. Bargellini yang bertema Yesus menguduskan segala macam derita manusia. Kaca-kaca di dalam gereja berwarna ungu menciptakan suasana remang-remang yang mengundang orang untuk berdoa dan bermeditasi. Mosaik-mosaik bermotif bunga di langit-langit diciptakan oleh D. Archiardi; patung-patung oleh G. Tonnini, sedangkan hiasan-hiasan dari besi oleh A. Gerardi. Yang patut diperhatikan secara khusus adalah mosaik di atas altar utama yang menggambarkan yesus sedang mengalami sakratul mautnya. Mosaik ini dibiayai oleh umat dari Hongaria. Mosaik yang menggambarkan penangkapan Yesus dibiayai oleh para serdadu Polandia. Mosaik yang menggambarkan pengkhianatan Yudas Iskariot dibiayai oleh umat Irlandia. Teralis besi di sekeliling Cadas Sakratulmaut dibiayai oleh umat Australia. Berbagai sumbangan berharga dipersembahkan oleh beberapa bangsa demi memperindah gereja ini, yaitu oleh Amerika, Jerman, Canada, Belgia, Inggris, Meksiko, Chile, Brasilia, Argentina (lambang negara-negara tersebut terdapat pada langit-langit 12 kubah). Justru karena sumbangan universal itu, gereja ini diberi nama gereja Segala Bangsa (church of All Nation).

Di sebelah kanan basilika terdapat sisa gereja JuruSelamat dari abad XII serta sebuah cadas dimana menurut tradisi Yesus berkata kepada Petrus, Yakobus, dan Yohanes, "Tinggallah di sini dan berjagalah". Kemudian Yesus pergi lebih jauh sedikit lalu tersungkur ke tanah dan berdoa (Markus 14:34-35).

 

Absalom's pillar and city wall looking to the southwest in 1910

 

Absalom's pillar and city wall looking to the southwest in 2006

 

Pada tahun 1099 datanglah tentara Perang Salib dari Eropa untuk membebaskan tempat-tempat suci Kristen dari tangan Islam. Mereka merebut Yerusalem, membunuh para penduduk beragama non Kristen, mengubah semua masjid menjadi gereja, dan langsung mulai membangun kembali Basilika Holy Sepulchre. Sejak saat itu Yerusalem menjadi kota berbagai gereja dan biara hingga tahun 1187 ketika Saladin (panglima tentara Islam) merebut Yerusalem lagi. Ia langsung memerintahkan diadakannya renovasi masjid Al-Aksa dan membersihkan kota Yerusalem dari unsur-unsur Kristen. Dalam tahun 1229-1244 Yerusalem menjadi ibukota Kerajaan Yerusalem. Sejak tahun 1250 Yerusalem dikuasai oleh dinasti Mameluk (Arab). Mulai dari tahun 1516 Yerusalem berada dibawah kuasa dinasti Ottoman yang beragama Islam. Wangsa itu sesungguhnya meliputi suku-suku Turki nomadik, dan pendirinya adalah Osman. Dalam tahap awalnya, dinasti ini mendukung pembangunan Yerusalem, tetapi di kemudian hari para penguasanya sama sekali tidak peduli akan Palestina.

 

Entrance to Holy Sepulchre church before World War I

 

Entrance to Holy Sepulchre in 2006

 

Keadaan Yerusalem semakin memprihatinkan. Pada pertengahan abad XIX jumlah penduduknya mencapai 11 ribu orang saja. Tetapi pada abad itu juga pengaruh Kristen di Yerusalem semakin terasa. Sejak tahun 1881 cukup banyak perantau Yahudi  mulai kembali ke tanah suci. Sehabis Perang Dunia II, Yerusalem menjadi ibukota Protektorat Palestina dibawah kuasa Inggris. Pada tahun 1947 PBB memerintahkan Yerusalem dijadikan zona internasional, tetapi keputusan itu tidak pernah diwujudkan. Pada tahun 1948-1949 selama perang Israel-Arab, Yerusalem hancur, dan sesudahnya dijadikan dua bagian: Israel dan Yordania. Yordania mendapat Kota Lama dan hampir semua tempat suci termasuk Qubbet As-Sakhra, Masjid Al-Aksa, serta Basilika Holy Sepulchre. Di tengah kota Yerusalem didirikan tembok pemisah yang memisahkan para penduduk kota itu selama 19 tahun.

Pada tanggal 5 Juni 1967 sesudah artileri Yordania menembaki bagian Yerusalem yang dihuni oleh orang-orang Yahudi, pecahlah perang baru. Dalam 48 jam orang-orang Yahudi mencaplok Kota Lama Yerusalem, menghancurkan tembok pemisah, lalu mulai membangun semua obyek yang sempat dihancurkan oleh Yordania di wilayah Kota Lama. Sejak itu orang-orang Yahudi boleh kembali lagi ke Tembok Ratapan sesudah 2000 tahun menanti-nanti saatnya untuk dapat meraba dan menciumnya dengan hormat. Selama 2000 tahun itulah orang-orang Yahudi biasa berkata-kata 'Tahun depan di Yerusalem'. Dan harapan untuk kembali ke Sion akhirnya menjadi kenyataan.

 

Citadel or The Tower of David in 1910

 

The Tower of David in 1910

 

The Tower of David before 1914

 

The Tower of David in 2006

 

Yerusalem sekarang dihuni oleh kurang lebih 500.000 orang dan terbagi atas Kota Lama dan kota baru. Di Kota Lama terdapat 8 pintu gerbang megah. Yang terbesar dan dianggap terindah adalah Gerbang Damaskus (di sebelah utara Kota Lama) karya Sulaiman pada tahun 1542. Ia mendirikannya di atas fundamen gerbang terdahulu dari zaman Roma. Inilah gerbang yang paling ramai dilewati pada masa kini. Gerbang baru di sebelah utara dibuka pada tahun 1887 sebagai sarana penghubung antara bagian Kristen dan lembaga-lembaga Katolik diluar tembok kota. Gerbang Jaffa membuka jalan ke arah pelabuhan Jaffa. Gerbang Sion (di sebelah selatan) menghubungkan bagian Armenia dengan gunung Sion, dimana terletak Ruangan Perjamuan Terakhir. Gerbang Kotoran / Sampah terletak dekat Tembok Ratapan. Di bawahnya mengalir air buangan menuju Lembah Kidron. Gerbang Emas (Gerbang Belaskasih) mengarah ke halaman Bait Suci dari sebelah timur. Menurut tradisi yang dikenal sejak abad VII, Yesus bersama para rasulnya memasuki Yerusalem dengan meriah melalui gerbang ini. Peristiwa tersebut diperingati kini sebagai Minggu Palem. Di dekat gerbang ini (yang dahulu bernama Pintu Indah) Rasul Petrus menyembuhkan seorang lumpuh sejak lahir (Kisah Para Rasul 3). Gerbang Emas ditutup sejak masa pemerintahan Saladin pada abad XII. Menurut tradisi Yahudi, Mesias kelak akan memasuki Yerusalem lewat gerbang ini berdasarkan pada nubuat yang tercatat dalam kitab Yeremia yang berbunyi: Kemudian laki-laki itu menuntun aku ke gerbang luar di sebelah timur lingkungan Rumah Tuhan. Gerbang itu tertutup. Tuhan berkata kepadaku, 'Gerbang ini harus tetap tertutup dan tak boleh dibuka. Tak seorangpun boleh memasukinya, sebab Aku, Tuhan Allah Israel, telah masuk ke Rumah-Ku melalui gerbang ini. Jadi gerbang gerbang ini harus tetap tertutup' (Yeremia 44:1-3). Gerbang Singa ada di sebelah timur Kota Lama. Namanya mengacu kepada ukiran singa di temboknya. Tetapi gerbang ini bernama lain pula, yaitu Gerbang St. Stefanus yang dibunuh di dekatnya. Gerbang terakhir di sebelah utara bernama Gerbang Herodes, karena secara salah dikaitkan dengan istana Herodes Agung; nama lain gerbang ini adalah Gerbang Bunga yang pernah ditutup sampai tahun 1875.

 

Jaffa Gate, Kaiser Wilhelm II visited Jerusalem in 1898

 

Jaffa Street in 1910, looking to the south, clock tower and the Citadel can be seen on the background

 

Jaffa Gate with clock tower in 1910

 

Market inside the Jaffa Gate in 1910

 

Inside the Jaffa Gate in 2006

 

Jaffa Gate

 

Map of Old City Jerusalem

 

 

 

GOD IS THE LORD WHO DOES MIRACLES

   

Powered  by:  DENVINCENT.Com.Inc.